In The Name of Allah

Welcome - Sugeng Rawuh - Selamat Datang

Tampilkan postingan dengan label Hikmatus Salafunaa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmatus Salafunaa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2009

GODAAN DUNIA & WANITA


Dari Usamah bin Zaid, diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Rasulullah SAW pernah bersabda,’ Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (godaan) wanita.’ (HR BUKHARI dalam kitab An nikah & MUSLIM dalam Adz Dzikr wad Du’a)


Dari Abu Sa’id al Khudri, Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kamu sekalian sebagai khalifah, lalu melihat apa yang akan kalian perbuat. Maka waspadalah terhadap dunia dan wanita. Sesungguhnya godaan dan bencana pertama yang menimpa Bani Israel adalah wanita. “ (HR MUSLIM dalam Adz Dzikr wad Du’a )


Dari Asy’ats bin Sulaim diriwayatkan bahwa ia menceritkan, “ Aku pernah mendengar Raja’ bin Hawiah meriwayatkan dari Muadz bin Jabal bahwa beliau berkata, ‘Kalian semua telah di uji dengan cobaan yang berat, namun kalian tetap bersabar. Namun kalian nanti akan di uji dengan godaan yang menyenangkan. Dan cobaan yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah godaan wanita apabila mengenakan gelang emas, memakai pakaian dari Syam dan jubah dari Yaman. Mereka semua gila dunia dan akan membebani suaminya yang fakir dengan sesuatu yang dia tidak mampu. “ (Shifatush Shafwah, 1/497)


Dari Abdullah bin Ahmad bin Hambal diriwayatkan bahwa ia menceritakan , Ibrahim bin al Hassan al Bahili telah menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yunus bin Ubaid berkata, “ Ada tiga hal yang perlu kalian camkan dari nasehat saya: Janganlah salah seorang di antara kamu menemui penguasa (meskipun) mengajarkan al Qur’an kepadanya, janganlah salah seorang di antara kamu berduaan dengan perempuan meski untuk mengajarkan al Qur’an, dan janganlah seorang di antara kamu membiarkan telinganya mendengar ucapan ahli bid’ah. “ (Syiar A’lam an Nubala’ 6/293)


Taken from : Aina nahnu min akhlaaqi as salaf

Senin, 02 Maret 2009

TERUNTUK AYAHANDA

Ketika Ayah Ahmad Syauqi wafat, beliau berdiri melantunkan beberapa syairnya yang ia tujukan untuk ayahandanya tercinta. Ia berucap:


Yaa abii wal mautu ka’sun murratun.. laa tadzuuqu an nafsu minha marrataini..

Kaifa kaanat saa’atan qodhoitahaa.. kullu syai’in qoblahaa au ba’du haini..

Asyaribta al mauta fiihaa jur’atan.. Am syaribta al mauta fiihaa jur’ataini..


Ayahanda, kematian itu adalah sesuatu yang memahitkan..

Tak ada dua kali jiwa ini dapat merasakan..

Bagaimanakah rasa sesaat sakaratul maut yang kau lewatkan?

Segalanya, sebelum atau sesudah itu begitu ringan di rasakan..

Cukupkah hanya sekali ini ayahanda meneguk kematian?

Atau, akankah hingga dua kali engkau dapat merasakan

ZUHUD DUNIA

“ Dunia ini dibandingkan dengan akhirat, tak ubahnya seperti apabila salah seorang diantara kalian yang mencelupkan jari tangannya ke dalam air lautan. Maka seberapa airkah yang bisa di ambilnya ?! “ ( Hadits Riwayat Muslim )


Rasulullah membagi manusia menjadi empat kelompok, bergantung sikap mereka terhadap dunia :


Diriwayatkan oleh Abu Kabsyah dari Nabi sholallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Dunia ini diperuntukkan kepada empat orang :


1. Kepada Seorang hamba yang dikaruniaiilmu dan harta oleh Allah, sehingga di alam dunia ini dia bertakwa kepada Robbnya, selalu meyambung silaturrahmi, serta mengetahui hak-hak Allah. Itulah derajat yang paling utama.


2. Seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh Allah, tetapi tidak dikaruniai harta. Hatinya bersih, sehingga dia berkata : “ Seandainya aku memiliki harta, tentu aku akan beramal seperti Fulan. “ Dengan niatnya itu, dia akan diberikan pahala setimpal.


3. Kepada seorang hamba yang dikaruniai harta oleh Allah, tetapi tidak dikaruniai ilmu. Dia menjadi bergelimang harta dalam kebingungan tanpa ilmu. Dia tidak mampu bertakwa kepada Allah dan tidak mampu menyambung tali silaturrahmi, juga tidak megetahui hak- hak Allah dalam harta tersebut. Itu adalah derajat manusia yang terburuk.


4. Kepada seorang hamba yang tidak dikaruniai harta ataupun ilmu oleh Allah, namun ia berkata : “ Seandainya aku mempunyai harta, aku akan melakukan perbuatan seperti fulan itu. “ Maka dengan niatnya, ia akan mendapatkan dosa yang setimpal. “

( Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan beliau berkata : “ Hadits hasan shohih “ )


Saudaraku seiman … Kalau kita memang ingin selamat di dunia ini, hendaknya kita menjadi orang yang bersyukur terhadap karunia yang diberikan Allah kepada kita … bersabar bila Allah memberi cobaan kepada kita … dengan tetap ridlo dan pasrah terhadap takdir … bagaimanapun adanya …



(Disarikan dari kitab karangan Ibnu Rajab Al Hambali)

IKHLAS DALAM MENUNTUT ILMU


Dari Muqatil bin Shalih al Khurasani menceriterakan, “Aku pernah menemui Hammad bin Salamah.Ternyata di rumah beliau hanya ada tikar yang di gunakan untuk duduk dan mushaf yang selalu di bacanya, serta jerigen berisi air dan tempat menyimpan air wudhlu. Tatkala aku sedang berada di sana, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu. Beliau segera berkata kepada anaknya, ‘Wahai anakku, coba keluar dan lihat siapa yang datang.’ Sang anak mengabarkan, ‘Utusan dari Muhammad bin Sulaiman.’ Beliau berujar, ‘Katakan kepadanya supaya masuk sendiri.’


Masuklah lelaki itu sambil menyerahkan sepucuk surat. Ternyata isinya adalah : Bismillahirrahmaanirrahiim.. dari Muhammad bin Sulaiman untuk Hammad bin Salamah. Amma ba’du. Semoga Allah menjadikan anda pada pagi hari ini sebagaimana para wali Allah dan orang- orang yang taat. Kami mendapatkan masalah, untuk itu kami mendatangi anda dalam rangka menanyakan penyelesaiannya, wassalam.’ Beliau berujar ,’Wahai anakku, tolong ambilkan tinta.’ Lalu beliau berkata kepadaku, ‘Tolong balikkan surat itu, dan tulis, ‘Amma ba’du. Demikian juga Anda, semoga Allah menjadikan anda pagi ini sebagaimana para wali Allah dan orang- orang yang taat. Sesungguhnya kami mendapati para ulama itu tidak mendatangi seorangpun (untuk mengajarinya). Apabila kami mendapati masalah, maka kami yang datang menemui mereka dan bertanya. Tanyakanlah masalah yang anda hadapi kepada kami. Namun datanglah anda seorang diri. Jangan anda datang dengan menunggang kuda atau dengan mengutus pelayan anda. Maka sekarang ini saya tidak dapat memberikan nasihat kepada anda maupun kepada saya sendiri. Wassalam


Tatkala saya juga sedang di rumah beliau, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu. Beliau berujar, ‘Wahai anakku, tolong bukakan pintu, keluar dan lihatlah siapa yang datang.’ Anaknya berkata, ‘ Muhammad bin Sulaiman.’ Tolong katakan kepadanya supaya ia masuk sendiri.’ Maka masuklah Muhammad bin Sulaiman seorang diri, lalu memberi salam dan duduk di hadapan beliau seraya berkata, ‘ Kenapa setiap kali aku memandangmu, aku dipenuhi rasa takut?’ Hammad menjawab, ‘ Aku pernah mendengar Tsabit al Bannani berkata, Aku pernah mendengar Anas bin Malik menceritakan, Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

‘Apabila seorang alim dengan ilmunya menginginkan semata-mata keridhlaan Allah, ia akan di segani oleh segala sesuatu. Namun kalau dengan ilmunya ia menghendaki harta benda dunia, ia akan takut kepada segala sesuatu. ‘

Muhammad bin Sulaiman berkata, ‘ Ini uang 40.000 dirham yang bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan anda.’ Beliau berkata,’ Berikan uang ini kepada orang yang pernah anda dhalimi dengan uang itu.’ Muhammad bin Sulaiman berkata, ‘Demi Allah, yang kuberikan ini adalah harta pribadiku semata.’ Beliau menjawab, ‘ Aku tidak membutuhkannya. Singkirkan uang itu dariku, semoga Allah menyingkirkan dosa-dosamu.’ Ujar beliau. ‘ Tetapi anda bisa membagi-bagikan uang ini, ‘ jawab Muhammad. Beliau berujar lagi,’ Kalau aku bagi-bagikan dan meskipun aku telah berlaku adil dalam pembagiannya, orang yang tidak mendapatkannya sebagian akan berkata,’Dia tidak adil.’ Singkirkan uang itu dariku. Semoga Allah menyingkirkan dosa-dosamu.”

Di salin dari kitab Aina Nahnu Min Akhlaq as Salaf


*********

Ikhlaskanlah dirimu dalam menuntut ilmu, lebih-lebih dalam menuntut ilmu agama, agar selalu dalam kemudahan dan keridhlaan-Nya. Sudah sepantasnyalah ilmu agama itu di cari dan di datangi, sebagai bekal kita di akhirat kelak.